Logo SMAIT AL MADINAH
Login

Komunikasi Guru Dan Siswa : Mengatasi Generational Gap

Diterbitkan pada 2026-09-21 - Oleh PIDP, Melly Kurniasih, S.Pd., dan Admin Website


Komunikasi Guru Dan Siswa : Mengatasi Generational Gap

Perbedaan generasi terkadang membuat guru dan siswa memiliki cara pandang dan cara berkomunikasi yang berbeda. Guru Gen X dan Millennial mungkin terbiasa dengan komunikasi yang lebih langsung dan formal, sementara siswa Gen Z dan Alpha cenderung lebih akrab dengan komunikasi yang cepat, santai, dan dekat dengan teknologi.

Perbedaan ini bukan berarti guru dan siswa tidak dapat saling memahami. Justru, perbedaan generasi dapat menjadi kesempatan bagi guru untuk mengenal karakter siswa dengan lebih baik tanpa harus kehilangan peran sebagai pendidik.

Memahami Cara Siswa Berkomunikasi

Siswa Gen Z dan Alpha tumbuh di lingkungan yang dekat dengan teknologi dan media digital. Mereka terbiasa mendapatkan informasi dengan cepat dan menggunakan bahasa yang lebih sederhana dalam berkomunikasi.

Contoh penerapan di kelas, Guru dapat menggunakan media yang dekat dengan keseharian siswa, seperti video pendek, gambar, atau contoh dari media sosial yang relevan dengan materi. Namun, penggunaan teknologi tetap diarahkan agar mendukung tujuan pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren.

Tidak Harus Selalu Menggunakan Bahasa yang Formal

Guru tetap perlu menjaga wibawa dan batasan sebagai pendidik, tetapi komunikasi yang terlalu kaku terkadang membuat siswa merasa jauh. Bahasa yang sederhana dan ramah dapat membantu menciptakan suasana kelas yang lebih nyaman.

Misalnya, daripada mengatakan, “Kalian harus memperhatikan karena ini penting!”

Guru dapat mengatakan, “Coba kita fokus sebentar, bagian ini penting untuk kalian pahami.” Pesannya tetap tegas, tetapi disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan siswa.

Mendengarkan Sebelum Memberikan Penilaian

Perbedaan perilaku antara generasi sering kali menimbulkan salah paham. Siswa yang lebih banyak menggunakan gawai atau terlihat kurang aktif berbicara belum tentu tidak menghargai gurunya. Sebaliknya, guru yang tegas juga belum tentu bermaksud menakutkan siswa.

Ketika siswa terlihat tidak fokus, guru tidak langsung menyimpulkan bahwa siswa tersebut malas. Guru dapat bertanya terlebih dahulu, “Kamu sedang kesulitan mengikuti materinya atau ada hal lain yang mengganggu?”

Pertanyaan sederhana dapat membantu guru memahami penyebab sebenarnya sebelum memberikan teguran.

Berbeda generasi bukan berarti berbeda tujuan. Guru ingin siswa berkembang, dan siswa membutuhkan guru yang mau memahami mereka. Komunikasi yang baik menjadi jembatan di antara keduanya.

 

“ Almadinah…Bergerak Juara!

Almadinah...Bergerak juara!

Almadinah...Bermanfaat! Bermartabat! “

 

Follow instagram kami di @smait_almadinah

Youtube : @almadinahTv

 

For more info :

📞 0822-9928-3288

🔗 https://pmbsit.almadinahbogor.sch.id

Website : almadinahbogor.sch.id

 

#sitalmadinahcibinong

#sekolahislamfavorit

#sekolahislamterbaik

#sekolahswastaunggulan

#almadinahberkarakter

#sekolahramahanak

#bergerakjuara

 

Brosur
Banner